SUKOHARJO – Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan Bedah Proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) pada Sabtu, 14 Desember 2024 di Auditorium M. Djazman UMS. Kegiatan ini akan berlangsung dari pukul 15.30 hingga 17.30 WIB dan diikuti oleh mahasiswa Fisioterapi UMS. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai penyusunan dan pengembangan proposal PKM, serta sebagai referensi bagi mahasiswa yang sedang mengajukan proposal PKM mereka.
Dalam kegiatan ini, dua tim PKM yang telah berhasil mengikuti ajang PKM sebelumnya akan membedah proposal mereka sebagai bahan pembelajaran bagi mahasiswa lainnya. Tim PKM Pondok Simbah, yang berhasil lolos ke PIMNAS 37 Tahun 2024 di Universitas Airlangga (UNAIR), membagikan pengalaman mereka. Tim yang dibimbing oleh Ibu Dwi Rosella Komalasari, S.Fis., Ftr., Ph.D ini mengusung judul “Mewujudkan Lansia Seger Waras Melalui Jangkah Exercise dan Aplikasi Simbah Bugar”. Anggota tim ini terdiri dari Tsania Haifa’ Kurniahadi, Fahra Fadhilla, Muhammad Isa Hanafi, Aldin Nasrun Minalloh, dan Siti Azzura Zain. Mereka membahas bagaimana mengembangkan proposal yang bertujuan untuk mendukung kesehatan lansia melalui program latihan fisik dan aplikasi yang dapat membantu lansia tetap bugar.
Selanjutnya, Tim PKM Caregi For Ours dengan judul “Edukasi dan Pendampingan Caregiver pada Orang Dengan Demensia (ODD) Penderita Alzheimer di Komunitas Alzheimer Solo Raya” juga berbagi pengalaman. Tim ini dibimbing oleh Taufik Eko Susilo, S.Fis., M.Sc, berhasil lolos ke PIMTANAS Puspresma PTMA. Mereka mempresentasikan program yang berfokus pada edukasi dan pendampingan bagi para caregiver yang merawat orang dengan demensia, khususnya penderita Alzheimer, di wilayah Solo Raya. Anggota tim ini terdiri dari Dian Rahayu Wijayanti, Nadzifa Salsabila Haris Putri, Tara Husnul Khotimah, Fariskha Diva Cellya Oktaviana, dan Febrian Muhamad Satriya Wibowo.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan dan tips dari pengalaman kedua tim yang telah berhasil di ajang PKM sebelumnya, serta menunjukkan bagaimana pentingnya inovasi dalam merancang program yang memberikan dampak positif kepada masyarakat. Dwi Rosella Komalasari, salah satu dosen pembimbing, menyatakan, “Kegiatan ini sangat penting bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan mereka dalam menyusun proposal yang berkualitas, serta mempersiapkan mereka untuk kegiatan pengabdian masyarakat yang aplikatif.” Melalui bedah proposal ini, diharapkan mahasiswa dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai proses penyusunan proposal PKM yang sukses, dan bagaimana mereka dapat mengimplementasikannya dalam kegiatan mereka sendiri.
