SUKOHARJO — Evaluasi pembelajaran yang dilakukan oleh mahasiswa terhadap dosen pengampu merupakan bagian penting dari upaya peningkatan mutu akademik di lingkungan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), khususnya di Program Studi Fisioterapi (S1). Pada semester genap tahun akademik 2024–2025, sejumlah dosen berhasil meraih kategori penilaian tertinggi berdasarkan hasil evaluasi tersebut.
Berikut adalah dosen dengan nilai tertinggi di masing-masing semester:
🔹 Semester II
-
Romadhoni Wulandari – Standardized Test Preparation (skor: 3,61)
-
Taufik Eko Susilo – Biomekanik II (skor: 3,59)
🔹 Semester IV
-
Luluk Eko M – Penunjang Diagnostik Fisioterapi (skor: 3,60)
-
Tiara Fatmarizka – Sumber Fisis II (skor: 3,56)
🔹 Semester VI
-
Adnan Faris N – Fisioterapi Komprehensif Pediatri (skor: 3,71)
-
Farid Rahman – Fisioterapi Komprehensif Olahraga (skor: 3,69)
Evaluasi dilakukan secara menyeluruh melalui sistem internal universitas, yang mencakup aspek seperti pemahaman materi oleh dosen, metode pengajaran, keterlibatan interaktif dengan mahasiswa, serta kesiapan dan ketepatan waktu selama proses perkuliahan.
Capaian para dosen ini menjadi bukti dedikasi tinggi dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif, profesional, dan sesuai dengan kebutuhan dunia fisioterapi yang dinamis. Keberhasilan ini tidak hanya merepresentasikan kualitas individu dosen, tetapi juga mencerminkan sistem pembelajaran terstruktur yang dikembangkan oleh Prodi Fisioterapi UMS.
Dengan mempertahankan budaya akademik yang berkualitas dan responsif terhadap evaluasi mahasiswa, Program Studi Fisioterapi UMS terus berupaya mencetak lulusan yang unggul secara akademik dan siap bersaing dalam berbagai ranah profesional di tingkat nasional maupun global.
