Sukoharjo – Prestasi kembali ditorehkan oleh dosen Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan lolosnya proposal riset dalam skema pendanaan Australia-Indonesia Institute (AII) Grant 2024–2025. Riset yang diangkat bertajuk “ParaSTART Indonesia: Adapting an Australian Best-Practice Model for Inclusive Sport”.
Tim peneliti lintas institusi ini terdiri dari:
-
Suryo Saputra Perdana, M.Sc., PT. (Prodi Fisioterapi UMS)
-
Dr. Umi Budi Rahayu, S.Fis., Ftr., M.Kes (Prodi Fisioterapi UMS)
-
Dwi Rosella Komalasari, S.Fis., Ftr., Ph.D. (Prodi Fisioterapi UMS)
-
Dr. Gatot Jariono, S.Pd., M.Pd. (Prodi Pendidikan Jasmani UMS)
-
Dr. Abdullah Al Hazmy, M.Or., M.Ked.Klin., Sp.KFR. (RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta)
-
Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR (K). (RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta)
Program riset ini bertujuan mengadaptasi praktik terbaik Australia dalam pengembangan olahraga inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas di Indonesia. Melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis bukti, riset ini diharapkan dapat menjadi model percontohan dalam perancangan kebijakan dan implementasi program olahraga yang inklusif dan berkeadilan sosial.
Pendanaan dari AII merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif riset yang memperkuat kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia di bidang sosial, budaya, dan kesehatan masyarakat.
Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Fakultas Ilmu Kesehatan UMS dan menegaskan komitmen institusi dalam menghasilkan riset berdampak global dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
