Sukoharjo – Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Forum Group Discussion (FGD) bersama ParaSTART Australia sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan Physiotherapy Parasport. Kegiatan ini menjadi bagian dari diseminasi hasil sekaligus penguatan implementasi program ParaSTART Indonesia.
Program ParaSTART merupakan inisiatif yang didanai oleh Australia-Indonesia Institute (AII) Grant 2025 dan diadaptasi dari The University of Queensland (UQ), Australia. Kegiatan FGD ini menghadirkan Prof. Sean Michael Tweedy bersama tim ParaSTART Australia, yaitu Dr. Jessica Hall dan Dr. Damien, yang berbagi pengalaman serta pendekatan berbasis bukti (evidence-based practice) dalam strategi pengembangan atlet disabilitas dengan kebutuhan dukungan tinggi.
Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan dosen dan sivitas akademika UMS, membahas penguatan kolaborasi multidisiplin, sistem rehabilitasi olahraga, serta pengembangan kapasitas fisioterapis dalam mendukung atlet parasport. Program adaptasi ini telah berjalan selama 10 bulan di Indonesia dan dipimpin oleh Suryo Saputra Perdana, M.Sc., PT, dosen Fisioterapi UMS yang memiliki komitmen dalam pengembangan bidang Physiotherapy Parasport.
Melalui kolaborasi internasional ini, Prodi Fisioterapi UMS berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan sistem rehabilitasi dan pembinaan olahraga yang inklusif, aman, dan berkelanjutan, sehingga mendorong penyandang disabilitas untuk hidup lebih aktif, sehat, dan berprestasi.
