Sukoharjo – Berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan aktivitas fisik bagi lansia, dosen Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Bapak Arin Supriyadi, mengembangkan inovasi senam lansia dalam posisi duduk sebagai alternatif latihan yang lebih aman, nyaman, dan inklusif.
Inovasi ini hadir sebagai solusi bagi lansia dengan keterbatasan fisik yang seringkali kesulitan mengikuti senam lansia konvensional yang umumnya dilakukan dalam posisi berdiri. Melalui pendekatan posisi duduk, kegiatan senam diharapkan dapat diikuti oleh lebih banyak lansia dengan berbagai kondisi kemampuan fungsional.
Dalam pelaksanaannya, senam dilakukan menggunakan kursi sebagai alat bantu utama. Gerakan yang diberikan dirancang untuk membantu mengarahkan gerakan tubuh, memfasilitasi kontraksi otot, serta membantu koreksi postur selama latihan berlangsung. Selain itu, metode ini juga bertujuan untuk tetap menjaga aktivitas fisik lansia agar dapat dilakukan secara aman dan terkontrol.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Prodi Fisioterapi UMS dalam menghadirkan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, khususnya pada bidang kesehatan lansia dan promotif preventif di komunitas.
Melalui inovasi tersebut, diharapkan senam lansia posisi duduk dapat menjadi alternatif latihan yang lebih mudah diakses serta mendukung peningkatan kualitas hidup lansia agar tetap aktif, sehat, dan mandiri dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
