Sukoharjo – Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Angkatan Tahun Akademik 2026/2027 terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat melalui kegiatan Community-Based Learning (CBL) yang dilaksanakan di berbagai wilayah pelayanan kesehatan.
Selama menjalani praktik komunitas, mahasiswa ditempatkan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya Puskesmas Baki, untuk mengaplikasikan kompetensi fisioterapi secara langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran profesi yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, keterampilan klinis, serta kemampuan komunikasi dan kolaborasi lintas profesi.
Berbagai aktivitas yang dilakukan meliputi asesmen kondisi masyarakat, edukasi kesehatan, pelayanan fisioterapi, promosi kesehatan, kunjungan lapangan, hingga penyusunan program intervensi sesuai kebutuhan komunitas. Seluruh kegiatan dilaksanakan di bawah bimbingan dosen pembimbing akademik dan pembimbing lapangan.
Melalui Community-Based Learning, mahasiswa tidak hanya mengembangkan kompetensi profesional, tetapi juga meningkatkan kepedulian sosial, kemampuan bekerja dalam tim, serta pengalaman nyata dalam menyelesaikan permasalahan kesehatan di masyarakat.
Program Studi Profesi Fisioterapi UMS berharap pengalaman ini dapat menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk menjadi fisioterapis yang profesional, adaptif, dan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud implementasi pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) yang mendukung terbentuknya lulusan fisioterapi yang unggul, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.












