Dari Salaya untuk Dunia: Mahasiswa Magister Fisioterapi UMS Ikut dalam Pengabdian Internasional di Thailand

Pada hari Selasa, 10 Juni 2025, mahasiswa Program Studi Magister Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut berpartisipasi dalam kegiatan Fisioterapi Berbasis Komunitas di daerah Wat Tha Pood, Salaya, Thailand. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Community Home Health Care, hasil kolaborasi antara Faculty of Physical Therapy dan Faculty of Architecture, Mahidol University, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat.

Program pengabdian ini bertujuan memberikan pelayanan kesehatan berbasis rumah kepada masyarakat dengan keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan. Selain itu, kegiatan ini juga berfokus pada peningkatan kualitas hidup individu dengan keterbatasan fungsional melalui pendekatan fisioterapi dan perbaikan lingkungan tempat tinggal.

Kegiatan dimulai pukul 08.00 waktu setempat dengan keberangkatan seluruh peserta menuju lokasi. Setibanya di Wat Tha Pood, peserta mendapat pengarahan singkat dari pihak penyelenggara terkait tujuan kegiatan, pembagian tim, serta lokasi kunjungan. Setelah briefing, seluruh peserta bersama-sama melaksanakan kunjungan rumah (home visit) di area Rai Khing.

Selama kunjungan, tim fisioterapi melakukan asesmen kondisi fisik penghuni rumah serta memberikan intervensi sederhana berupa latihan peregangan, penguatan otot, dan edukasi tentang posisi tubuh ergonomis dalam aktivitas sehari-hari. Edukasi juga diberikan kepada anggota keluarga mengenai pentingnya latihan mandiri dan pencegahan komplikasi akibat keterbatasan gerak.

Sementara itu, tim dari Faculty of Architecture melakukan observasi terhadap kondisi fisik rumah, termasuk pencahayaan, aksesibilitas, dan keamanan ruangan. Berdasarkan hasil observasi, tim memberikan rekomendasi perbaikan lingkungan seperti penataan ulang ruang agar lebih mudah diakses, pemasangan pegangan tangan, serta perbaikan area rawan jatuh bagi penghuni dengan keterbatasan mobilitas.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh antusiasme. Masyarakat Rai Khing menyambut kedatangan tim dengan ramah dan terbuka, bahkan turut berdiskusi mengenai kendala sehari-hari, terutama bagi anggota keluarga dengan keterbatasan fisik. Melalui interaksi ini, peserta memperoleh pengalaman nyata dalam memahami kebutuhan masyarakat sekaligus mengasah kemampuan komunikasi lintas budaya.

Melalui kegiatan pengabdian internasional ini, mahasiswa memperoleh pemahaman langsung mengenai penerapan konsep Community-Based Rehabilitation (CBR) — pendekatan kolaboratif yang melibatkan tenaga kesehatan, desainer lingkungan, serta pemerintah lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Program ini menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa Magister Fisioterapi UMS dalam memperluas perspektif global sekaligus menguatkan nilai empati, profesionalisme, dan tanggung jawab sosial sebagai calon tenaga fisioterapi yang berkompeten dan berdaya saing internasional.