Menembus Batas Negeri: Mahasiswa Magister Fisioterapi UMS Jalani Residensi Internasional di Mahidol University, Thailand

Mahasiswa Program Studi Magister Fisioterapi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkesempatan mengikuti program residensi internasional di Mahidol University, Thailand. Kegiatan yang berlangsung selama dua minggu ini dirancang secara intensif dengan memadukan aspek akademik, klinis, dan pengabdian masyarakat di berbagai lokasi, termasuk rumah sakit, klinik, dan komunitas. Program ini bertujuan memberikan pengalaman belajar yang komprehensif serta memperluas wawasan mahasiswa terhadap praktik fisioterapi di tingkat global.

Dalam bidang akademik, para mahasiswa menghadiri International Physical Therapy Research Symposium (IPTRS) 2025 sebagai audiens. Melalui kegiatan ini, mereka memperoleh wawasan terbaru mengenai penelitian dan praktik fisioterapi dunia, sekaligus melakukan refleksi kritis terhadap pendekatan riset dan praktik klinis yang diterapkan di Indonesia dan negara lain.

Selain kegiatan akademik, mahasiswa juga menjalani observasi dan rotasi klinik di Mahidol University Salaya dan Pinklao Campus. Di Pinklao, mereka mengikuti aktivitas di Klinik Muskuloskeletal bersama PT Paiboon dan menyaksikan penerapan teknologi shock wave therapy untuk manajemen nyeri muskuloskeletal. Pengalaman ini memperkaya pemahaman mahasiswa terhadap pemanfaatan teknologi tinggi dalam praktik fisioterapi modern.

Sementara di Salaya Campus, mahasiswa menjalani rotasi di beberapa unit klinik, yaitu Klinik Prostetik dan Ortotik, Klinik Pediatri, dan Klinik Neuromuskular. Di Klinik Prostetik dan Ortotik, mahasiswa mempelajari desain serta penerapan alat bantu gerak dalam rehabilitasi bersama Asst. Prof. Dr. Pavinee. Di Klinik Pediatri, mereka mendapatkan pengalaman menangani kasus neurologis anak, seperti MSI tipe 1 dan hipotonia sentral, di bawah bimbingan Dr. Sivaporn. Sedangkan di Klinik Neuromuskular, mahasiswa berpartisipasi dalam diskusi dan observasi intervensi pasien Parkinson bersama Asst. Prof. Dr. Fuengfa, yang memberikan pemahaman mendalam tentang peran fisioterapi dalam mempertahankan kualitas hidup pasien.

Setiap sesi klinik dilengkapi dengan diskusi interaktif bersama dosen dan fisioterapis setempat sebelum dan sesudah observasi. Melalui forum ini, mahasiswa dapat mendalami kasus yang diamati, memahami dasar pemilihan intervensi, serta mengenali tantangan klinis yang dihadapi praktisi fisioterapi di Thailand.

Salah satu hal menarik dari program ini adalah penerapan sistem dokumentasi digital di fasilitas-fasilitas kesehatan Mahidol University. Sistem ini memungkinkan pencatatan kondisi pasien, perencanaan intervensi, dan pelaporan perkembangan dilakukan secara real-time dan terintegrasi, sehingga meningkatkan efisiensi dan akurasi layanan fisioterapi.

Pengalaman paling berkesan bagi mahasiswa adalah sesi penanganan stroke akut di Siriraj Hospital bersama Asst. Prof. Dr. Fuengfa. Dalam sesi ini, mahasiswa mempelajari pentingnya intervensi cepat dan tepat pada fase golden hour pasien stroke. Materi disampaikan secara komprehensif dengan dukungan teknologi Virtual Reality (VR), menghadirkan pengalaman belajar yang interaktif dan mendalam. Mereka juga menyaksikan inovasi pelayanan kesehatan seperti ambulans dengan mesin MRI serta ruang edukasi pasien yang wajib dikunjungi sebelum pemulangan.

Melalui program residensi internasional ini, mahasiswa Magister Fisioterapi UMS memperoleh pengalaman langsung mengenai praktik fisioterapi berbasis bukti, kolaborasi lintas profesi, serta pemanfaatan teknologi dalam pelayanan kesehatan. Kegiatan ini tidak hanya memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi klinis mahasiswa, tetapi juga menumbuhkan semangat profesionalisme dan inovasi dalam mendukung pelayanan fisioterapi yang berorientasi pada pemulihan pasien secara optimal.