Academic Physiotherapy Conference 2025: Wadah Intelektual Mahasiswa Fisioterapi UMS Tampilkan Gagasan Inklusif dan Berprestasi

SUKOHARJO — Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sukses menyelenggarakan Academic Physiotherapy Conference (APC) 2025, sebuah forum ilmiah tahunan yang menjadi ajang presentasi dan pengembangan pemikiran kritis mahasiswa. Acara ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir yang menampilkan hasil kajian dan inovasi dalam bidang fisioterapi, dengan tema sentral seputar penguatan peran fisioterapi dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.

Salah satu materi yang mendapat perhatian khusus adalah presentasi mengenai Community-Based Inclusive Development (CBID)—pendekatan pembangunan berbasis komunitas yang menjamin partisipasi setara bagi seluruh individu tanpa diskriminasi. Topik ini menjadi sorotan dalam upaya mendorong fisioterapis agar lebih aktif dalam membangun masyarakat inklusif melalui intervensi berbasis komunitas.

Selain menjadi ruang akademik yang memperkuat kemampuan presentasi ilmiah mahasiswa, APC 2025 juga memberikan penghargaan bagi peserta terbaik.

Penghargaan ini mencerminkan kualitas nalar ilmiah, kemampuan komunikasi, serta pemahaman konseptual yang unggul dari para peserta terpilih. Keberhasilan mereka menunjukkan semangat kompetitif dan komitmen terhadap kualitas akademik yang terus dikembangkan oleh Prodi Fisioterapi UMS.

Melalui APC 2025, Prodi Fisioterapi UMS menegaskan komitmennya untuk membentuk lulusan yang tidak hanya kompeten secara klinis, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta kemampuan berpikir kritis dalam menjawab tantangan kesehatan masyarakat global.