TOKYO, JEPANG — Delegasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terdiri dari Faris Rahman (Ketua SPORTPHYSIO UMS), Zidan Wijaya (Wakil Ketua), dan Suryo Saputra (Pembina) menorehkan prestasi membanggakan dalam forum akademik internasional. Mereka secara resmi mewakili UMS dalam mempresentasikan karya inovatif berupa aplikasi pendukung klasifikasi atlet disabilitas (Para Sport) di hadapan akademisi dan praktisi di Tokyo Metropolitan University.
Presentasi tersebut merupakan bagian dari forum ilmiah yang menunjukkan kontribusi mahasiswa dan dosen UMS dalam pengembangan sport science yang inklusif dan aplikatif. Aplikasi yang mereka kembangkan berfokus pada peningkatan akurasi klasifikasi atlet penyandang disabilitas dalam bidang olahraga, yang sangat krusial dalam kompetisi-kompetisi internasional.
Tidak hanya menjadi pembicara dalam forum tersebut, delegasi SPORTPHYSIO UMS juga mengikuti World Physiotherapy Congress 2025 yang berlangsung di Jepang. Kegiatan ini memberikan wawasan serta pengalaman global bagi mahasiswa, sekaligus membuka peluang kerja sama internasional di bidang fisioterapi dan sport innovation.
Capaian ini menegaskan bahwa semangat inovasi, keberpihakan terhadap inklusi disabilitas, dan penguatan sport science di UMS terus berkembang dan mendapat tempat di panggung dunia. Program Studi Fisioterapi UMS dan study club SPORTPHYSIO UMS berkomitmen untuk terus menghasilkan karya-karya unggul yang berdampak nyata dalam dunia olahraga, baik nasional maupun internasional.
