Sukoharjo – Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di kancah internasional dengan meraih Silver Medal pada kategori Social Science dalam ajang Asean Innovative Science Environmental and Entrepreneur Fair (AISSEF) 2025.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Qonita Diva Salsya, Nabila Zahra Hanifah, Aisyah Shabrina Rizky, dan Najwa Cindiyanti mengusung inovasi berjudul “ARCHITECT: An Integrated Foot Imaging and Weight Monitoring System for Foot Arch Detection.” Inovasi ini menghadirkan sistem terintegrasi untuk mendeteksi kondisi lengkung kaki (foot arch) melalui teknologi pencitraan kaki dan pemantauan berat badan sebagai bagian dari upaya skrining dan pencegahan gangguan muskuloskeletal.
Dalam pengembangannya, inovasi ARCHITECT dirancang untuk membantu proses identifikasi dini kelainan arkus kaki yang berpotensi memengaruhi postur, pola berjalan, serta risiko cedera. Sistem ini diharapkan dapat menjadi solusi aplikatif dalam bidang promotif dan preventif, khususnya pada layanan fisioterapi dan kesehatan masyarakat.
Prestasi ini turut didampingi oleh dosen pembimbing Andrian Fari Noval, S.Fis., Ftr., M.Sc., yang memberikan arahan dalam proses riset dan pengembangan inovasi. Capaian tersebut semakin menegaskan komitmen Prodi Fisioterapi UMS dalam mendorong mahasiswa untuk aktif berinovasi, berkolaborasi, dan berkompetisi di tingkat internasional.
Melalui keberhasilan ini, Prodi Fisioterapi UMS berharap mahasiswa terus mengembangkan penelitian dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata dalam bidang fisioterapi dan teknologi kesehatan.
