SUKOHARJO – Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Ujian Komprehensif “Objective Structured Clinical Examination (OSCE)” pada 13-15 Januari 2025. Ujian ini merupakan bagian dari proses evaluasi yang sangat penting dalam dunia pendidikan fisioterapi, yang bertujuan untuk menguji sejauh mana keterampilan klinis yang dimiliki oleh mahasiswa sebelum mereka terjun ke dunia profesional.
OSCE dirancang untuk menguji mahasiswa dalam berbagai kemampuan teknis yang sangat diperlukan dalam praktik fisioterapi, seperti pemeriksaan fisik, penilaian kondisi pasien, serta penerapan teknik-teknik terapi yang relevan dengan berbagai jenis kelainan atau cedera fisik. Ujian ini dilaksanakan di beberapa stasiun yang berbeda, dengan setiap stasiun difokuskan pada aspek yang berbeda pula, seperti kemampuan berkomunikasi dengan pasien, pengetahuan praktis, serta penerapan terapi yang sesuai berdasarkan diagnosis.
Mahasiswa diuji dalam situasi yang menyerupai kondisi klinis nyata, di mana mereka harus cepat dalam menganalisis kasus yang diberikan dan menentukan penanganan yang tepat dengan efektif dan efisien. Setiap stasiun ujian dirancang untuk menilai keterampilan mahasiswa dalam pengambilan keputusan yang tepat dan kemampuannya dalam menangani situasi medis yang mungkin terjadi di lapangan.
Proses ujian ini memberi kesempatan bagi mahasiswa Fisioterapi UMS untuk mengasah keterampilan praktis yang mereka pelajari selama kuliah. Mereka dapat menunjukkan bagaimana mereka mengaplikasikan teori yang telah dipelajari dalam situasi yang lebih dinamis dan nyata, serta mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan yang lebih kompleks di dunia kesehatan.
Tampak para mahasiswa dengan penuh konsentrasi mengikuti setiap stasiun ujian. Para peserta terlihat sangat serius dan fokus, mencerminkan komitmen tinggi mereka untuk menguasai setiap aspek profesi mereka. Ujian ini memberikan kesempatan yang sangat berharga bagi mahasiswa untuk lebih mendalami keterampilan klinis mereka, serta mendapatkan umpan balik yang konstruktif dari para penguji yang berpengalaman.
“Ujian OSCE ini sangat penting karena tidak hanya menguji kemampuan teknis mahasiswa, tetapi juga kemampuan mereka untuk berkomunikasi dengan pasien dan mengimplementasikan pengetahuan yang telah dipelajari. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa mahasiswa siap menghadapi dunia profesional sebagai fisioterapis yang kompeten dan dapat diandalkan,” ujar Farid Rahman, selaku Kepala Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Dengan ujian ini, diharapkan mahasiswa dapat menunjukkan kualitas yang mereka miliki dan siap untuk memberikan kontribusi yang besar di dunia kesehatan. OSCE menjadi salah satu tolak ukur yang sangat baik untuk memastikan bahwa mahasiswa Fisioterapi UMS tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis yang kuat, tetapi juga keterampilan praktis yang diperlukan untuk mendukung kesembuhan pasien dan meningkatkan kualitas hidup mereka.
